RSS

Category Archives: Movie Review

Looper

looper

Di kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang sebuah film tentang time travel. Judulnya “Looper”. Film yang di bintangi oleh Bruce Willis, Joseph Gordon Levitt, dan Emily Blunt. Riasan yang di pakai oleh Joe muda (Joseph) di buat mirip dengan Joe tua (Bruce W) dan sekilas Joseph berbeda di bagian alis dan bibir. Mungkin agar transisi lebih smooth ke Joe tua di cerita ini. Tapi bagi yang sudah menonton beberapa filmnya Joseph, pasti tetap akan terlihat berbeda dengan Bruce W (ya iyalah).Bersetting di tahun 2044, tempat dan penampakan kota tidak terlalu futuristik dan “clean”. Masih tetap seperti tengah kota yang kumuh atau pedesaan dengan persawahan jagung. Yang berbeda hanyalah kendaraan yang mulai menggunakan panel solar. Mungkin imajinasi sang sutradara di buat realistik aja, di mana global warming sudah mulai mendunia dan atau bahan bakar fossil sudah punah jadi mereka beralih ke sumber di tenaga lain.

Joe muda yang menjadi pembunuh bayaran yang di sewa dari taipan mafia dari masa depan, yang mana kala itu untuk pembuangan mayat di masa depan adalah ilegal. Maka dari itu sang korban di kirim ke masa lalu yang mana pembuangan mayat lebih mudah. Time travel di masa depan juga di anggap pelanggaran hukum berat, makanya mesinnya hanya di miliki oleh bos mafia tersebut (the one and only). Pembunuh bayaran inilah yang di sebut looper. Seperti biasa, film dengan tipe seperti ini selalu membuat penonton memutar otak atau mengimplementasikan teori ruang dan waktu yang sampai saat ini masih hanyalah sebuah teori. Selalu twisted plot, tapi film ini lebih dari itu, yang mana saat Joe muda terjatuh dari apartemennya dan film beralih lagi saat kesalahan eksekusinya yang berujung perburuan dengan “panitia disiplin” dari mafia masa depan yang di kirim ke masa lalu. Nah, di sini perulangan waktu di sini tidak berujung ke perburuan atau kegagalan eksekusinya, tetapi keberhasilan eksekusi tersebut. Dia menjadi tua dan berkeluarga, namun setelah 30 tahun dia akhirnya di eksekusi. Di kirim ke masa lalu, namun dia berhasil melakukan perlawanan dan akhirnya dia mengirim dirinya sendiri ke masa lalu dan memburu bos mafia tersebut yang di kenal sebagai Rainmaker. Nah di sinilah twisted plot tersebut terjadi. Kalau time travel, apakah paradox saat Joe tua kembali dan menggagalkan eksekusi atas dirinya, berarti memori atau pernikahan dia kemungkinan tidak akan terjadi atau menuju ke alur cerita yang lain. Ini bisa saja merujuk bukan ke time travel, tapi lebih kepada teori multiverse. Di mana Joe di semesta ini jadi eksekutor dan di semesta lain bisa saja menjadi seorang petani.

Tidak hanya 1 twisted plot yang terjadi di sini, ada juga kemungkinan Joe adalah si Cid yang tidak lain adalah Rainmaker di masa depan. Cluenya adalah saat seorang stripper yang juga adalah pacar dari Joe muda saat tidur dengan Joe. Joe bercerita kalau ibunya dulu suka membelai rambutnya dan stripper ini membelai Joe seperti ibunya supaya menghibur Joe yang kehilangan sahabatnya. Saat Cid cilik sedang tertidur, dia juga di belai oleh Emily Blunt saat ending dan kalau di teliti lagi warna rambut Joe dan Cid ternyata memiliki warna yang sama. Hal ini menjadi faktor pendukung lagi kalau ini adalah multiverse. Namun kalau balik lagi ke time travel, hal tersebut hanyalah sebuah kebetulan atau emang sutradaranya yang sengaja membuat kontroversi ini. Who knows…

Di samping ruwetnya jalan cerita, akting dari beberapa tokoh utama dan pendukungnya cukup bagus. Sang veteran Bruce Willis memang sudah tidak diragukan lagi, Joseph yang menurut saya total dalam berperan, Emily Blunt yang sudah (bisa) hilang aksen britishnya (di film The Devil Wears Prada terlihat sekali logat britishnya), dan juara akting di sini adalah Cid cilik. Tapi perannya sebagai anak kecil yang kondisi jiwanya tidak stabil karena tragedi yang di alami sebelumnya membuat saya berdecak kagum. Mungkin ini aktor masa depan dan semoga tidak disoriented seperti Mckullay Culkin yang terjebak narkoba. Tapi selain faktor yang saya sebutkan di atas, film ini kurang begitu greget. Film ini recommended deh buat yang movie freak. Oh ya, omong-omong soal movie freak, saat saya bercerita tentang keruwetan film ini, dia berkomentar “ngapain mikirin film sampe segitunya”. Well, it’s just a matter of a hobby yang dimana dia mungkin ga bisa respect dengan itu. Laki-laki memang tidak bisa di pisahkan dengan hobi…

 
Leave a comment

Posted by on January 16, 2013 in Movie Review

 

Boys Don’t Cry

boys dont cry

Hello again. Kali ini saya mau mengulas film yang sebenernya udah lama saya nonton ini terakhir kali. Tapi tetep film ini saya ingat karena pesan moralnya dan akting masing-masing emang bagus. Film ini di bintangi oleh Hilary Swank yang menurut saya aktingnya total di sini, bahkan secara akting bisa di samakan dengan perannya di film Million Dollar Baby. Ga tanggung-tanggung, si Hilary Swank ini memenangkan Academy Award (Oscar) untuk katagori aktris wanita terbaik di kedua film itu. Dan Chloë Sevigny juga mendapat nominasi di penghargaan yang sama dengan katagori aktris pendukung terbaik. Sebuah film yang di buat berdasarkan kisah nyata dan di putar di bioskop tahun 1999.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on September 13, 2012 in Movie Review

 

Dark Shadows

Dark Shadows

Ni film muncul versi blue ray hampir bersamaan ama Snow White and The Huntsmen. Tapi saya lebih penasaran ama ni film, karena castnya “mengkilap”. Aktor kawakan dan termahal Johnny Depp, Michelle Pfeiffer, Helena Bonham Carter, Eva Green, Christopher Lee, pendatang baru dan naik daun Chloë Grace Moretz, Bella Heathcote, penyanyi rock Alice Cooper yang berperan sebagai dirinya sendiri. Tak juga ketinggalan sutradara beken juga, Tim Burton. Rating di imdb juga ga terlalu buruk. Film ini di produksi ama Warner Bros dan Johnny Depp sebagai salah satu produsernya. Sebuah film remake dari serial TV taun ’70 dan ’90 an.

Read the rest of this entry »

 
4 Comments

Posted by on September 5, 2012 in Movie Review

 

Battleship

battleship

Pertama film ini di putar di Indonesia tidak sebegitu menarik. Jadi sampai bulan kemarin keluar versi blueray nya pun jadi males download. Pertama rating film di imdb.com tidak seberapa bagus, sempet nyentuh angka 5.9 lalu sekarang balik lagi ke 6.0. Waktu maen ama temen di kasih film ini, ga ada salahnya lah buat nonton karena malam itu ga ada agenda “autis” lainnya. Sewaktu nonton, agak terkejut kalo film ini garapan Hasbro dan Universal Studios. Wah, lumayan neh karena Universal Studios filmnya lumayan bagus. Tapi ada 1 kata sepanjang saya lihat film ini. “Transformers??”. Yup, nonton film ini kayak nonton film Transformers, mulai dari grafik visualnya, penataan artistik, angle shootnya juga mirip. Meski ga seurakan transformers karena sutradaranya beda. Tapi karena sama-sama dari Hasbro jadinya 11 12. Film yang di angkat dari game strategi jadul yang juga udah di patenkan ama Hasbro sekitar taun 2000 an.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on September 5, 2012 in Movie Review

 

The Dark Knight Rises

Film yang di tunggu-tunggu sejak awal taun 2012. Film terakhir dari trilogi Batman versi Christopher Nolan yang menurut saya adalah seorang sutradara dan penulis yang jenius. Betapa tidak, filmnya terkenal akan twist story dan screenplay yang padat. Premiere di Indonesia juga bertepatan dengan dengan premiere tarawih. Tapi saya akhirnya milih premiere film ini. Kafir. Mungkin orang-orang tidak seperti saya mungkin, waktu pesen tiket kosong melompong. Waktu nonton juga pada sepi, waktu itu nonton di 21 Tunjungan Plaza. Kata mas Venomation, di studio lain itu penuh. Saya nonton ama sahabat saya yang juga penggemar film ini.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on September 5, 2012 in Movie Review