RSS

Boys Don’t Cry

13 Sep

boys dont cry

Hello again. Kali ini saya mau mengulas film yang sebenernya udah lama saya nonton ini terakhir kali. Tapi tetep film ini saya ingat karena pesan moralnya dan akting masing-masing emang bagus. Film ini di bintangi oleh Hilary Swank yang menurut saya aktingnya total di sini, bahkan secara akting bisa di samakan dengan perannya di film Million Dollar Baby. Ga tanggung-tanggung, si Hilary Swank ini memenangkan Academy Award (Oscar) untuk katagori aktris wanita terbaik di kedua film itu. Dan Chloë Sevigny juga mendapat nominasi di penghargaan yang sama dengan katagori aktris pendukung terbaik. Sebuah film yang di buat berdasarkan kisah nyata dan di putar di bioskop tahun 1999.

Film ini bercerita tentang kerasnya kehidupan seorang transgender yang berjuang agar dirinya di terima di masyarakat dsebagai laki-laki yang bernama Brandon Teena atau Teena Brandon (nama asli menurut akta kelahiran). Sempat berkencan dengan beberapa cewek di masa lalunya, sehingga orang-orang terdekat yang di kencaninya reaksinya berbeda-beda. Ada yang cuma ngelabrak bahkan mau membunuhnya. Akhirnya dia pindah Falls City dan berteman dengan mantan napi dan Lana Tisdel yang akhirnya jatuh cintrong ama si Lana. Karena ketahuan si Brandon ini memalsukan dokumen identitas, dia di penjara lalu bebas bersyarat karena di jamin ama Lana dan ketahuan kalau dia perempuan karena dia di tempatkan di sel wanita. Tapi Brandon berkilah kalau dia hermaprodit dan lagi ngumpulin duit buat operasi. Tapi si temen-temen mantan napi dari Lana ini tidak terima, mereka memaksa Brandon telanjang di depan keluarga dan kerabat Lana, tapi Lana juga udah jatuh cintrong sih, jadi siapapun dan apapun mas ini, akan adek terima, alias Sekonyong Sekoder kalau orang Jawa bilang. Ga hanya di situ saja penderitaan Brandon, dia di ajak ke tempat sepi lalu di siksa dan di perkosa dengan sadis ama temen-temen ini tadi dan di ancam kalau Brandon lapor ke polisi. Tapi Brandon kabur waktu dia di bawa ke rumah salah satu temennya tadi. Frustasi dan depresi, namun mendapat dorongan dari Lana untuk melapor. Karena takut di penjara lagi, temen-temennya ini tadi berniat membunuh Brandon yang lagi ngumpet di kandang peternakan salah satu temennya. Karena lagi kalap, mereka membunuh si Brandon dan yang punya rumah. Si Lana juga mau ikutan di bunuh, cuma di cegah oleh salah satu di antara mereka karena sebenernya dia juga suka ama si Lana ini. Brandon di tembak di leher dan Lana tertidur sambil memeluk si Brandon ini. Sampai akhirnya di bangunin ama ibunya Lana keesokan paginya.

Emang film yang sempet kontroversial karena sisi realitas cerita yang sempet di gugat ama orang tua Brandon dan Lana sendiri. Dan sempat di koreksi ama MPAA masalah rating dari film ini yang semula NC-17 lalu menjadi R. Tapi pesan moral di sini adalah memang dia seorang transgender, seseorang yang sebenernya innocent dan kalo bisa di bilang butuh bantuan kita agar dapat kembali pada kodratnya teteapi karena dia tidak mendapat support yang cukup dari orang terdekatnya. Kebenaran yang ada pada diri sendiri bersinggungan dengan kebenaran yang ada di masyarakat. Tragis, kisah dari Teena Brandon ini, meninggal di usia 21 tahun. Akting Hilary di sini emang outstanding, bener-bener kayak cowok. Chloë juga, ga banyak orang “straight” yang bisa meranin peran lesbi dengan baik di sini. One thumb up deh.

 
Leave a comment

Posted by on September 13, 2012 in Movie Review

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: