Kali ini anda para pembaca saya ajak untuk berdiam diri sejenak lalu menundukkan kepala (koq kayak mengheningkan cipta ya??
). He3,maaf2 lagi nglantur cz pas aku bikin ne aku lagi seneng alias gembira,trlalalalala
Back to laptop (kata tukul seh), cerita ini di awali waktu aku di jakarta. Pada suatu malam, aku nginep di kantor. Pada saat itu aku bersama sam n om fajar sambil tiduran di musholla (lha wong belon pada ngantuk).
Di situ aku ngerasa ada sesuatu yang lewat dalam pikiranku (amit mas
) yaitu tentang gimana caranya kita menentukan IP, subnet mask, prefix, dll pokoknya tentang IP v4. Nah terus aku tanya om fajar, “Om,gimana dengan cara menghitung IP? Ajarin donk om?
“. Nah, sambil di temani samsiar, aku dengan baik2 dengerin tuh penjelasan. Pertama seh agak susah di mengerti cz emang bener2 nol putul (baca: newbie,pemula,copo) cz orangnya jelasinnya cepet, jadi sebisa ku. Setelah masuk kuping, lalu di inget2, trus baru di proses di otak. Sampe pagi masih di proses lagi. Untung masih inget, biasanya abz tidur langsung bablas (kena format
). Setelah di pikir2 cukup lama, ternyata baru mudeng aku (baca: ngerti). Nah, di sini aku mau ajarin gimana caranya setelah anas, reza, dan ima tanya aku tentang hal ini. Daripada jelasin semua tapi waktunya ga sempet, jadi aku posting aja di sini
Pertama-tama siapkan bahan-bahannya dulu:
1. Kertas
2. Bolpoin ato pensil
3. Pikiran yang tenang
4. Mengerti tentang bilangan berbasis 2 (bilangan biner, bilangan digital, bilangan logika) beserta pengubahan2 menjadi bilangan berbasis lain
5. Bersuci (Optional alias sunnah)
Pertama2 kalian tau ga tentang pembagian IP class??
Untuk kelas A range nya 1.xxx.xxx.xxx – 126.xxx.xxx.xxx
Untuk kelas B range nya 128.xxx.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx
Untuk kelas C range nya 192.xxx.xxx.xxx – 223.255.255.255
Itu yang biasanya di gunakan selama ini, tapi ga menututp kemungkinan kelas lain juga ada. Sekedar info
Kelas D : Byte Inisial = 224 – 247. Kelas D ini digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID.
Kelas E : Byte Inisial = 248 – 255. Kelas E ini digunakan untuk keperluan Eksperimental.
Nah ada lagi yang namanya IP privat. Sedikit contoh : biasanya kita hanya mendapat sedikit IP public jika kita berlangganan leased line, nah gimana caranya jika kita mempunyai banyak sekali host ato komputer yang akan kita hubungkan supaya bisa internetan?? Caranya adalah dengan menggunakan IP privat. Semua host akan menggunakan IP privat yang akan nge-gateweay ke IP public dengan menggunakan router.
Untuk IP privat juga ada kelas-kelasnya seperti di atas tadi. Berikut contohnya :
Untuk kelas A range nya 10.0.0.0 – 10.255.255.255
Untuk kelas B range nya 172.16.0.0 – 172.31.255.255
Untuk kelas C range nya 192.168.0.0 – 192.168.255.255
Sebenarnya masih banyak yang belum aku jelaskan dalam tulisan ini. Cuma aku persingkat dengan menganggap semua pembaca sudah mengerti tentang dari mana IP itu jadi aku cuma menjelaskan tentan IP class. Untuk IP itu sendiri akan aku jelaskan di lain waktu.
Lanjut ke topik selanjutnya……
NETMASK
Mungkin sebagian dari kira bertanya, apa itu netmask?? Nih sebagian kecil penjelasannya. Untuk selanjutnya, bagaimana anda mengartikannya
Subnet Mask ialah angka biner 32 bit yang digunakan untuk:
* Membedakan network ID dan host ID
* Menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar
Pada subnet mask seluruh bit yang berhubungan dengan network ID di set 1. Sedangkan bit yang berhubungan dengan host ID di set 0. IP address kelas A misalnya. Secara default memiliki subnet mask 255.0.0.0 yang menunjukkan batas antara network ID dan host ID IP address kelas A.
Subnet mask juga digunakan untuk menentukan letak suatu host, apakah dijaringan lokal, atau dijaringan luar. Hal ini diperlukan untuk operasi pengiriman paket IP. Dengan melakukan operasi AND antara subnet mask dengan IP address asal dan IP address tujuan, serta membandingkan hasilnya, dapat diketahui arah tujuan paket IP tersebut. Jika kedua hasil operasi sama, maka host tujuan terletak di jaringan lokal, dan paket IP dikirim langsung ke host tujuan. Jika hasilnya berbeda, host tujuan langsung terletak diluar jaringan lokal, sehingga paketpun dikirim ke default router.
Tapi ada juga yang namanya CIDR (Classless Inter-Domain Routing) ato Routing Prefix. Nah kalau ntu yang aku tau seh sama aja kayak netmask cuma dia dalam bentuk laen. Contoh : netmask 255.255.255.0 prefixnya 24. Netmask 255.255.255.224 maka prefixnya 27. Maksudnya, jumlah bitnya ada 27. Bit di sini berarti nilai 1 dalam netmask tersebut. netmask 255.255.255.224 = 27 = 11111111.11111111.11111111.11100000 (8 bit sama dengan 1 byte)
Trus, pada netmask juga ada kelasnya. Sebagai berikut :
Kelas A 255.0.0.0 sampai 255.254.0.0 (prefix 8-15)
Kelas B 255.255.0.0 sampai 255.255.254.0 (prefix 16-23)
Kelas C 255.255.255.0 sampai 255.255.255.255 (prefix 24-32)
Kalau 255.255.255.255 (prefix 32) ntu berarti punya 1 host aja. Sama aja standalone donk ??
Nah, dalam suatu kasus (biasanya soal ulangan ato ujian untuk anak sekolahan lha wong bekas anak sekolahan
) untuk 255.255.255.224 maka berapa prefixnya??
Jawab:
Seperti contoh di atas tadi untuk netmask tsb masuk dalam kategori kelas C, jadi prefix maksimumnya 32 dan nilai maksimum nya adalah 256 (termasuk 0) maka 256-224=32. Lalu 32 itu sama dengan pangkat 5. Berarti 32 di kurangi 5 = 27. Jadi, untuk netmask 255.255.255.224 mempunyai prefix 27
Sekarang kita balik pertanyaannya. Untuk prefix 27 berapa netmasknya??
Jawab :
Karena prefix 27 termasuk kelas C, jadi yang kita jadikan acuan adalah prefix 32 (nilai prefix maksimal untuk setiap kelas). Pertama-tama kita kurangi 32 dengan 27 = 5. Lalu tambahkan sedikit garam secukupnya (he3, maaf selingan
). Kembali ke topik, lalu 2 kalikan dengan hasil tadi yaitu 5. Hasilnya pasti kalian udah tau (32
). Lalu 256 kurangi 32,maka hasilnya…… JREEENG = 224
Bagaimana kalau yang kita bicarakan kelas B? Tinggal kita lihat tulisan di atas tadi. Semisal kita mau bikin netmask kelas B, berarti tinggal kita utek-utek adalah prefix (pakai 24 sebagai acuan) ato netmasknya 255.255.255.0
Contoh :
Untuk prefix 20, berapa netmasknya??
Jawab :
24-20=4, maka 2 pangkat 4 = 16. 256-16= 240. Jadi, hasilnya 255.255.240.0. Jika di balik pertanyaannya maka caranya juga di balik ajjah seperti di atas tadi
Kalau kelas A?? Ya sama aja, kalau anda membaca tulisan ini dari atas dengan hati-hati maka anda bisa menjawabnya tanpa harus aku jelaskan
Sekian dan terima kasih. Tunggu postingan selanjutnya



jreng…penjelasan u terlalu cepet dan aku masih rada ndak mudheng…
klo bisa kasi contoh se…banyak-banyaknya…
ok2
thanks banget drik udah buat tutorial keren & penting ini sekarang Q yang dulu g mudeng sekarang udah tambah binggung wkwkwkwk
ntar ajarin langsung ja yaa
thanks
Mangkane lek baca tuh konsentrasi sama open minded ^_^
Tapi santai aja, kalo mau ajarin langsung, come to me hehehehehe
Pasti tak ajarin, thanks for visiting
good but bisa jelasin secara rinci g’
bs d’kirm ke e-mailq
Itu udah yang paling rinci mas, yang penting tau dulu konteks pemahamannya. Kalo udah tau tentang pengertian IP dan subnetting baru anda belajar tentang pengaplikasiannya. but, thanks 4 visitting ^_^
bagus sih drik.tapi bahasanya agak di perbaiki lagi sih saranku. dan format tulisanya agak diatur lagi biar nggak bikin pusing yang baca.
samangat ya.
Ok, thanks mas atas sarannya. Pas aku lagi buat ini aku masih newbie mas dalam ngeblog